Ad

Pegawai BPBD Halmahera Tengah Lulus Diklat Dasar Manajemen Bencana BNPB 2026

Nayra Shafana
Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana dengan fokus Dasar Manajemen Bencana Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Foto: Dok/Ist).
Poros Merdeka, Halmahera Tengah — Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, Nurdin Umar, berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana dengan fokus Dasar Manajemen Bencana Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi aparatur dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di daerah.

Nurdin Umar Raih Predikat Baik Sekali

Dalam pelatihan yang berlangsung selama total 36 jam pelajaran, Nurdin Umar dinyatakan lulus dengan predikat Baik Sekali.

Kelulusan tersebut dibuktikan melalui sertifikat bernomor 00003372/DIKLAT TEKNIS/4043/004/LAN-BNPB/2026, yang diterbitkan di Bogor pada 20 Agustus 2026.

Sertifikat kelulusan tersebut ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Kheriawan, MM.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia BPBD Halmahera Tengah, khususnya dalam memahami prinsip, sistem, dan strategi manajemen bencana secara lebih terstruktur.

12 Materi Menjadi Bekal Penanggulangan Bencana

Selama mengikuti Diklat Dasar Manajemen Bencana Angkatan III Tahun 2026, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pengurangan risiko hingga pemulihan pascabencana.

Materi yang ditempuh meliputi:

  1. Manajemen Risiko Bencana – 4 JP.

  2. Manajemen Darurat Bencana – 4 JP.

  3. Manajemen Pemulihan Bencana – 4 JP.

  4. Dinamika Kelompok – 4 JP.

  5. Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana (Prinsip dan Sistem Nasional) – 6 JP.

  6. Kebencanaan – 3 JP.

  7. Manajemen Logistik dan Peralatan – 3 JP.

  8. Manajemen Data dan Informasi – 3 JP.

  9. Kerja Sama Multipihak Penanggulangan Bencana – 3 JP.

  10. Pengarahan Kebijakan Program dan Rencana Tindak Lanjut – 2 JP.

Rangkaian materi tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana penanggulangan bencana dilakukan secara sistematis, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Bagi aparatur BPBD, penguasaan aspek tersebut menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan koordinasi, kecepatan pengambilan keputusan, pengelolaan informasi, serta dukungan logistik dan peralatan yang tepat.

Perkuat Kesiapsiagaan BPBD Halmahera Tengah

Kelulusan Nurdin Umar diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan profesionalisme aparatur BPBD Kabupaten Halmahera Tengah.

Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Halmahera Tengah.

Kemampuan aparatur dalam melakukan manajemen risiko, mengelola data dan informasi kebencanaan, serta mengatur kebutuhan logistik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan bencana.

Nurdin Umar: Materi Pelatihan Relevan dengan Kondisi di Lapangan

Setelah menyelesaikan pelatihan, Nurdin Umar mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya untuk mengikuti Diklat Dasar Manajemen Bencana BNPB 2026.

Menurutnya, meskipun seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan secara online, proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan terstruktur.

“Meskipun dilaksanakan secara online, pelatihan ini sangat luar biasa dan terstruktur dengan baik. Materi yang disampaikan oleh para instruktur sangat relevan dengan tantangan riil yang kami hadapi di lapangan, terutama mengenai manajemen risiko dan logistik bencana,” ungkap Nurdin.

Ia menilai materi mengenai manajemen risiko dan logistik bencana memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan aparatur yang bertugas dalam bidang penanggulangan bencana.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu aparatur dalam mengambil langkah yang lebih tepat ketika menghadapi situasi kebencanaan di wilayah kerja masing-masing.

Berharap Ilmu Diklat Segera Diimplementasikan

Nurdin juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat segera diterapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Halmahera Tengah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara berbagai pihak karena penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

“Saya berharap ilmu yang didapat bisa segera diimplementasikan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di Halmahera Tengah. Semoga pelatihan kerja sama multipihak seperti ini terus ditingkatkan agar koordinasi penanganan bencana di daerah semakin solid,” pungkasnya.

Dengan selesainya Diklat Dasar Manajemen Bencana Angkatan III Tahun 2026, capaian tersebut diharapkan menjadi tambahan kompetensi bagi Nurdin Umar sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas BPBD Halmahera Tengah dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana.

Penguatan kompetensi aparatur menjadi semakin penting untuk memastikan setiap tahapan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara profesional, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Baca Juga

Tersalin!
Ad