Ad

415 dari 597 Jembatan Pascabencana Sumatera Rampung, Satgas TNI Percepat Pemulihan Konektivitas

Nayra Shafana
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat sebanyak 415 dari 597 jembatan yang ditangani Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat (AD) di Aceh. (Foto: Dok/Ist).
Poros Merdeka, Jakarta — Proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat sebanyak 415 dari 597 jembatan yang ditangani Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat (AD) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah selesai dibangun.

Sementara itu, 182 jembatan lainnya masih dalam tahap pemasangan. Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi terhadap kinerja Satgas Jembatan TNI AD yang terus bekerja di sejumlah wilayah terdampak.

Menurut Tito, keberadaan jembatan sementara maupun permanen memiliki dampak besar terhadap proses pemulihan karena mampu kembali membuka akses antarkawasan yang sebelumnya terputus akibat bencana.

“Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera,” ujar Tito dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Jembatan Pulihkan Akses Masyarakat

Pembangunan jembatan pascabencana tidak sekadar berfungsi menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi. Infrastruktur tersebut juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar.

Mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan dan perekonomian, lahan pertanian, hingga berbagai layanan publik kembali dapat dijangkau setelah konektivitas antardaerah dipulihkan.

Kondisi ini turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan akses transportasi yang kembali terbuka, warga dapat secara bertahap menjalankan aktivitas sehari-hari dan memulihkan roda perekonomian setelah terdampak bencana.

301 Jembatan Ditangani di Aceh

Di Aceh, Satgas Jembatan TNI AD menangani sebanyak 301 jembatan. Dari jumlah tersebut, 192 unit telah selesai, sedangkan 109 jembatan masih berada dalam proses pemasangan.

Pembangunan jembatan di Aceh mencakup tiga jenis konstruksi, yakni 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, dan 105 Jembatan Perintis.

Jembatan Bailey menjadi salah satu konstruksi yang digunakan untuk mempercepat pembukaan kembali akses masyarakat. Sementara Jembatan Armco dan Jembatan Perintis digunakan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi geografis di masing-masing lokasi terdampak.

153 Jembatan di Sumatera Utara Rampung

Di Sumatera Utara, jumlah jembatan yang masuk dalam penanganan Satgas Jembatan TNI AD mencapai 219 unit.

Sebanyak 153 jembatan telah rampung, sementara 66 unit lainnya masih dalam pengerjaan.

Adapun komposisinya terdiri atas 31 Jembatan Bailey, 77 Jembatan Armco, serta 111 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.

Pemulihan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan konektivitas masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang terdampak bencana.

Sumatera Barat Selesaikan 70 dari 77 Jembatan

Sementara itu, progres pembangunan jembatan di Sumatera Barat menunjukkan capaian cukup tinggi. Dari total 77 jembatan yang ditangani, sebanyak 70 unit telah selesai, sedangkan tujuh jembatan masih dalam tahap pemasangan.

Pekerjaan tersebut meliputi 16 Jembatan Bailey, 30 Jembatan Armco, dan 31 Jembatan Perintis.

Dengan capaian tersebut, sebagian besar jembatan yang menjadi tanggung jawab Satgas Jembatan TNI AD di Sumatera Barat telah kembali dapat difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Jembatan Armco Catat Progres Tertinggi

Secara keseluruhan, Satgas Jembatan TNI AD menangani 107 Jembatan Bailey, 243 Jembatan Armco, dan 247 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 Jembatan Bailey telah selesai, kemudian 219 Jembatan Armco rampung, serta 121 Jembatan Perintis atau jembatan gantung telah diselesaikan.

Jika dilihat berdasarkan jenis konstruksinya, pembangunan Jembatan Armco menjadi salah satu yang memiliki tingkat penyelesaian paling tinggi, yakni sekitar 90 persen dari total pekerjaan yang ditangani.

Capaian tersebut memperlihatkan intensitas pekerjaan di lapangan dalam upaya mengembalikan jalur transportasi dan akses masyarakat di tiga provinsi terdampak.

107 Ruas Jalan Nasional Kembali Fungsional

Pemulihan jembatan juga berjalan bersamaan dengan perbaikan jaringan transportasi lainnya. Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali fungsional.

Pada jaringan jalan daerah, sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas terdampak telah kembali berfungsi.

Sementara untuk jembatan daerah, tercatat 821 dari 1.184 unit terdampak telah kembali fungsional.

Data tersebut menunjukkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera terus mengalami kemajuan. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang harus dituntaskan, khususnya pada jaringan jembatan daerah yang belum seluruhnya kembali berfungsi.

Pemulihan konektivitas menjadi salah satu kunci agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik secara normal.

Fokus Percepatan Pemulihan

Pemerintah bersama unsur TNI dan berbagai pihak terkait terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan terdampak. Penyelesaian ratusan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat.

Dengan semakin banyaknya akses yang kembali terbuka, distribusi barang, mobilitas warga, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali berjalan secara bertahap.

Baca Juga

Tersalin!
Ad