Ad

Bukan Sekadar Keterampilan Teknis, Tenaga Bank Darah Dituntut Mengutamakan Keselamatan Pasien

Nayra Shafana

Pelantikan lulusan Teknologi Bank Darah STIKES Rajekwesi Bojonegoro menegaskan pentingnya ketelitian, etika, dan keselamatan pasien. (Foto: Dok/Ist).

Poros Merdeka, Bojonegoro — Ketelitian dan tanggung jawab menjadi aspek penting dalam profesi Teknologi Bank Darah. Tuntutan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam momentum wisuda dan pelantikan lulusan D-III Teknologi Bank Darah STIKES Rajekwesi Bojonegoro yang melibatkan Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI) Jawa Timur.

Pelantikan dipimpin Wakil Ketua PTPDI Jawa Timur, Dwi Santoso, A.Md.Kes. Prosesi ini menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menerapkan kompetensi secara profesional.

Dalam bidang pelayanan darah, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan disiplin, integritas, dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.

Ketelitian Berperan dalam Menjaga Mutu Pelayanan Darah

Pelayanan darah merupakan bagian penting dari sistem kesehatan. Darah dan komponennya dapat dibutuhkan dalam berbagai kondisi, termasuk tindakan medis, penanganan pasien dengan kehilangan darah, serta situasi kegawatdaruratan.

Oleh karena itu, tenaga Teknologi Bank Darah perlu memahami pentingnya setiap tahapan kerja. Proses yang berkaitan dengan pengelolaan, pemeriksaan, penyimpanan, dan penyiapan darah harus dilaksanakan berdasarkan prosedur yang sesuai.

Ketelitian dalam bekerja menjadi bagian dari upaya menjaga mutu dan keamanan pelayanan. Selain menguasai aspek teknis, tenaga profesional juga perlu memahami batas kewenangan serta tanggung jawab sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku.

Etika Profesi Tidak Bisa Dipisahkan dari Kompetensi

Kompetensi profesional bukan hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Sikap terhadap pasien, kepatuhan pada standar, kerahasiaan informasi, dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan juga menjadi aspek penting.

Bagi lulusan baru, membangun kebiasaan kerja yang disiplin merupakan langkah awal untuk memasuki lingkungan pelayanan kesehatan. Mereka perlu mampu bekerja secara cermat, berkomunikasi dengan baik, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain.

Nilai-nilai tersebut relevan dengan pesan kemanusiaan yang menyertai pelantikan lulusan D-III Teknologi Bank Darah STIKES Rajekwesi Bojonegoro.

Kolaborasi Profesi Mendukung Keselamatan Pasien

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan DPW PPNI Jawa Timur, IBI Kabupaten Bojonegoro, PTPDI Kabupaten Bojonegoro, dan sejumlah pemangku kepentingan kesehatan.

Kehadiran berbagai organisasi profesi memperlihatkan bahwa mutu pelayanan kesehatan memerlukan kerja sama lintas profesi. Koordinasi yang baik membantu setiap tenaga kesehatan menjalankan tugas sesuai peran dan kompetensinya.

PTPDI Jawa Timur diharapkan terus berkontribusi dalam penguatan profesi Teknologi Bank Darah melalui pengembangan kompetensi dan jejaring profesional.

Mengabdi dengan Integritas dan Kepedulian

Bagi para lulusan, pelantikan merupakan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap profesi. Tantangan di dunia kerja menuntut kesiapan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan pelayanan kesehatan.

Pada akhirnya, tenaga Teknologi Bank Darah tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan melalui pekerjaan yang teliti dan bertanggung jawab.

Keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pelayanan darah, sementara etika dan integritas menjadi landasan dalam menjalankan profesi.

Baca Juga

Tersalin!
Ad