![]() |
| Serbia menawarkan diri sebagai hub strategis bagi pelaku usaha dan industri kreatif Indonesia yang ingin memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur. (Foto: Dok/Ist). |
Poros Merdeka, Jakarta – Nilai perdagangan Indonesia dan Serbia mencapai 53,6 juta dolar AS pada 2025, seiring tren pertumbuhan rata-rata 20,62 persen dalam lima tahun terakhir. Kedua negara kini menjajaki pembentukan Free Trade Agreement (FTA) untuk memperluas akses pasar dan mendorong perdagangan bilateral.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 Indonesia–Serbia yang digelar di Jakarta pada 10 Oktober. Forum ini mempertemukan delegasi kedua negara untuk membahas penguatan hubungan ekonomi, investasi, serta perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas. Delegasi Serbia dipimpin Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kerja Sama Bilateral, Tamara Rastovac Siamašvili.
Selain penjajakan FTA, kedua pihak membahas penyelenggaraan Joint Economic Commission untuk mendorong diversifikasi produk, mempertemukan pelaku usaha, dan meningkatkan nilai perdagangan.
Investasi Kedua Negara Masih Berpeluang Diperluas
Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan investasi Indonesia di Serbia mencapai 20,5 juta euro, terutama pada sektor produksi mi instan dan jamur olahan. Sementara itu, investasi Serbia di Indonesia hingga semester I 2026 mendekati 1 juta dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas investasi di kedua negara, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kemitraan bisnis yang lebih luas.
Keterlibatan pelaku usaha dinilai penting untuk menerjemahkan hubungan diplomatik menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui mekanisme kerja sama ekonomi bersama, Indonesia dan Serbia dapat mengidentifikasi peluang baru, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki produk yang berpotensi diperdagangkan.
Serbia Tawarkan Akses ke Pasar Eropa
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Serbia menawarkan diri sebagai hub strategis bagi pelaku usaha dan industri kreatif Indonesia yang ingin memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur.
Tawaran ini menjadi salah satu peluang yang dapat dikaji pelaku usaha Indonesia, khususnya dalam menentukan strategi ekspansi regional, distribusi, dan pengembangan jaringan mitra bisnis.
Di sisi lain, Indonesia menawarkan potensi kerja sama dalam hilirisasi mineral, pengembangan rantai pasok kendaraan listrik, serta sektor pangan dan energi. Indonesia juga memaparkan peluang kolaborasi dalam transformasi digital, termasuk pusat data, kecerdasan buatan, dan semikonduktor.
Kerja sama lintas sektor tersebut berpotensi memperluas hubungan ekonomi kedua negara melampaui perdagangan produk konvensional.
Perjanjian Bilateral Disiapkan untuk Mendukung Kerja Sama
FKB ke-5 turut membahas penyelesaian sejumlah dokumen kerja sama. Perjanjian di bidang pertanian dan kearsipan telah dinyatakan siap ditandatangani, sedangkan dokumen kerja sama antarkamar dagang dan industri serta Plan of Action periode 2026–2030 berpotensi segera disepakati.
Kedua negara juga berupaya mempercepat penyelesaian perjanjian lain yang masih berproses di bidang ekonomi, investasi, keamanan, dan perhubungan udara.
Rangkaian pembahasan ditutup dengan kesepahaman yang dituangkan dalam Record of Discussion (RoD). Indonesia dan Serbia selanjutnya akan menggelar FKB ke-6 di Serbia pada waktu yang akan ditentukan.
Penjajakan FTA dan pembentukan mekanisme ekonomi bersama menjadi dua agenda yang patut dicermati dalam perkembangan hubungan dagang Indonesia–Serbia. Tahap selanjutnya akan bergantung pada proses pembahasan dan kesepakatan resmi kedua pemerintah.hanan
