Ad

Paradigma Kader PMII DIY Dibedah untuk Hadapi Perubahan Zaman

Redaksi
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) D.I. Yogyakarta menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL). (Foto: Dok/Ist). 

Poros Merdeka, Yogyakarta – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) D.I. Yogyakarta menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) sebagai ruang penguatan kapasitas intelektual dan paradigma kader dalam menghadapi perubahan zaman.

Salah satu sesi awal PKL menghadirkan akademisi Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. atau yang akrab disapa Bung Kristeva. Ia membedah tema “Genealogi Paradigma PMII dan Relevansinya Terhadap Perkembangan Zaman.”

Dalam forum tersebut, Bung Kristeva mengajak para peserta merefleksikan kembali posisi mahasiswa sebagai bagian dari gerakan sosial. Menurutnya, kader organisasi pergerakan membutuhkan kerangka berpikir yang mampu membaca perubahan sekaligus menerjemahkannya menjadi tindakan yang relevan.

Ia menggambarkan organisasi pergerakan seperti sebuah bangunan yang memiliki tiga pilar utama, yakni formalitas, intelektualitas, dan nilai.

Pilar formalitas berkaitan dengan ketaatan kader dalam menjalani seluruh tahapan kaderisasi organisasi. Sementara intelektualitas menyangkut kualitas keilmuan serta kemampuan menyusun gagasan secara rasional.

Adapun pilar nilai berkaitan dengan kesadaran spiritual yang menjadi landasan bagi kader untuk menghadirkan aksi nyata, khususnya dalam membela kepentingan masyarakat kecil.

Ketiga aspek tersebut dinilai tidak dapat dipisahkan. Kader yang kuat bukan hanya memahami mekanisme organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual dan kesadaran nilai dalam menjalankan gerakan.

Bung Kristeva juga menjelaskan bahwa struktur organisasi pergerakan memiliki hubungan antara nilai ideologi, strategi gerakan, taktik, hingga kepemimpinan di lapangan.

Menurutnya, perkembangan zaman menuntut aktivis mahasiswa untuk terus mengembangkan cara berpikir. Kerangka pemikiran organisasi tidak boleh berhenti pada satu konteks karena realitas sosial terus mengalami perubahan.

“Kerangka pemikiran pergerakan harus terus berkembang agar mampu merespons realitas zaman,” ujar Bung Kristeva di hadapan peserta PKL.

Ia menilai mahasiswa saat ini berhadapan dengan berbagai isu strategis, mulai dari krisis ekologi, perkembangan teknologi hingga dinamika demokrasi. Kondisi tersebut membutuhkan kader yang mampu melihat persoalan secara kritis dan komprehensif.

Melalui PKL, PC PMII D.I. Yogyakarta mendorong lahirnya kader yang memiliki wawasan luas dan kemampuan membaca persoalan masyarakat. Kerangka tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader dalam mengembangkan gerakan yang tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang bagi kader untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan menghubungkan gagasan organisasi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga

Tersalin!
Ad