Ad

Capaian Pencegahan TBC di Demak Capai 73 Persen, Kolaborasi Jadi Sorotan

Nayra Shafana

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Foto: Dok/Ist).

Poros Merdeka, Demak – Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mencatat capaian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) sekitar 73 persen berdasarkan paparan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Capaian tersebut mendapat perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang menilai kolaborasi lintas sektor berperan penting dalam memperkuat upaya pencegahan TBC.

Wiyagus menyampaikan apresiasi saat meninjau layanan penemuan kasus aktif TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan spesialis keliling di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, capaian program kesehatan tidak selalu berbanding lurus dengan besaran anggaran. Kinerja pelaksana, koordinasi, dan kemampuan kepala daerah menggerakkan berbagai pemangku kepentingan juga berpengaruh terhadap pelaksanaan program.

“Ini menarik, ternyata anggaran tidak selalu linier dengan capaian. Ini tidak lepas dari kinerja dan kolaborasi antarpemangku kepentingan,” ujar Wiyagus.

Aparat Kewilayahan Bantu Jangkau Warga

Salah satu pendekatan yang diterapkan di Demak adalah melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk membantu menjangkau masyarakat secara langsung.

Melalui kunjungan dari rumah ke rumah, aparat kewilayahan memberikan pemahaman mengenai TBC dan mendorong warga agar bersedia menjalani pemeriksaan maupun pengobatan sesuai kebutuhan medis.

Pendekatan ini menjadi bagian dari kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur untuk mendukung program kesehatan di tingkat masyarakat.

Penemuan kasus secara aktif juga menjadi bagian dari upaya menjangkau warga yang mungkin belum datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri.

Layanan Kesehatan Diintegrasikan

Dalam kunjungannya, Wiyagus meninjau layanan active case finding TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis dan layanan spesialis keliling.

Integrasi layanan tersebut memperlihatkan upaya menghubungkan kegiatan penemuan kasus dengan akses pelayanan kesehatan. Namun, pemeriksaan, diagnosis, dan penentuan pengobatan tetap perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur medis.

Wiyagus mengapresiasi Bupati Demak karena dinilai mampu mengoordinasikan pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan program.

Pengalaman Demak Akan Dibagikan ke Daerah Lain

Wiyagus menyatakan ingin mendorong pendekatan yang diterapkan di Demak menjadi model bagi kabupaten lain di Indonesia.

Untuk mendukung langkah tersebut, ia berencana menghubungi para bupati di daerah yang pernah dikunjunginya agar dapat bertukar pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Demak.

Pertukaran praktik ini diharapkan membantu daerah lain mempelajari pendekatan yang dinilai berhasil, sekaligus menyesuaikannya dengan tantangan dan kapasitas masing-masing.

Penguatan kolaborasi menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memperluas jangkauan pencegahan TBC dan memenuhi hak masyarakat atas pelayanan kesehatan.

Pemerintah juga menempatkan pembangunan kesehatan sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga

Tersalin!
Ad