![]() |
| Komitmen itu disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Umar Hadi. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Jakarta — Agenda 2063 menjadi salah satu kerangka penting dalam pembahasan dukungan internasional terhadap pembangunan berkelanjutan di Afrika. Indonesia mendorong agar kerja sama dengan benua tersebut diwujudkan melalui kemitraan konkret yang memperhatikan kebutuhan pembangunan dan kepentingan bersama.
Komitmen itu disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Umar Hadi, dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada Senin (12/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan berkelanjutan di Afrika serta dukungan internasional dalam proses transformasi dari New Partnership for Africa's Development (NEPAD) menuju Agenda 2063 Uni Afrika.
Agenda 2063 merupakan kerangka pembangunan jangka panjang yang dirancang untuk mendorong transformasi Afrika. Pelaksanaannya mencakup berbagai aspek pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, penguatan institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kerja sama antarnegara.
Indonesia menempatkan Semangat Bandung sebagai landasan dalam membangun hubungan dengan negara-negara Afrika. Prinsip solidaritas, kesetaraan, dan saling menghormati dinilai relevan untuk mengembangkan kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek.
Dalam pembahasan di PBB, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama yang mendukung kedaulatan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dua aspek tersebut berhubungan erat dengan kemampuan negara dalam memperkuat kapasitas pembangunan serta memperluas kesempatan bagi masyarakat.
Pengalaman Indonesia dalam kerja sama pembangunan dengan Afrika antara lain diwujudkan melalui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 500 peserta dari Afrika tercatat memperoleh manfaat dari lebih dari 60 proyek kerja sama Indonesia, termasuk di sektor kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas. Pelaksanaan program tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan negara penerima dan prioritas pembangunan yang ditetapkan masing-masing pihak.
Kerja sama juga dapat diperluas melalui perdagangan, investasi, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sektor strategis. Untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, setiap program memerlukan tindak lanjut yang jelas, koordinasi antarpihak, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi Indonesia, kemitraan dengan Afrika merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarnegara berkembang. Pendekatan tersebut sejalan dengan Semangat Bandung yang menempatkan kerja sama dan penghormatan terhadap kedaulatan sebagai prinsip hubungan internasional.
Melalui dukungan terhadap Agenda 2063, Indonesia mendorong agar solidaritas internasional diwujudkan dalam program pembangunan yang terukur dan memberikan manfaat nyata. Kolaborasi yang konsisten diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas pembangunan serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara Afrika.
