Ad

Airlangga Dorong Penguatan Inklusi Keuangan Syariah Indonesia

Nayra Shafana
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok/Ist).

Poros Merdeka, Jakarta — Pemerintah terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK bersama LPS dan BPS, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di level 69,57 persen.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025, ketika indeks inklusi keuangan berada di 92,74 persen dan literasi keuangan sebesar 66,64 persen.

Meski demikian, sektor keuangan syariah masih memiliki ruang pengembangan. SNLIK 2026 mencatat indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,24 persen, sedangkan literasi keuangan syariah berada di 43,07 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan untuk memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah juga menegaskan pengembangan ekonomi syariah dan industri halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

Airlangga menyampaikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi salah satu landasan dalam membangun tata kelola ekonomi yang mengedepankan prinsip keadilan dan keseimbangan.

Ia juga mengaitkan perkembangan ekonomi syariah dengan kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik, teknologi, sekaligus pemahaman terhadap nilai-nilai yang mendukung pembangunan berkeadilan.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi penting bagi generasi muda. Data OJK menunjukkan bahwa kelompok usia produktif 26–35 tahun memiliki indeks literasi keuangan 78,70 persen dan indeks inklusi keuangan 96,27 persen dalam SNLIK 2026.

Airlangga karena itu mendorong para lulusan Universitas PTIQ Jakarta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.

Selain penguasaan teknologi, para lulusan juga diarahkan memanfaatkan program Pemerintah, termasuk KUR syariah dan berbagai program peningkatan kompetensi.

Menurut Airlangga, kombinasi antara pendidikan, inovasi, teknologi, dan nilai-nilai Qur’ani dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Penguatan ekonomi syariah juga dinilai relevan dengan besarnya potensi industri halal Indonesia dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai prinsip syariah.

Baca Juga

Tersalin!
Ad