![]() |
| Kekalahan Manchester United dari AC Milan dengan skor 2-4 dalam laga uji coba terakhir pramusim menyisakan satu persoalan yang sulit diabaikan. (Foto: Dok/Ist). |
Poros Merdeka, Jakarta — Kekalahan Manchester United dari AC Milan dengan skor 2-4 dalam laga uji coba terakhir pramusim menyisakan satu persoalan yang sulit diabaikan: sisi kiri pertahanan The Red Devils terlalu mudah dieksploitasi.
Pertandingan yang berlangsung di Tarczyński Arena, Wrocław, Sabtu (15/8/2026), sebenarnya dimulai positif bagi Manchester United. Harry Maguire membawa Setan Merah unggul cepat pada menit kedua melalui situasi bola mati.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. AC Milan mampu menemukan celah yang sama berulang kali dan menjadikannya sebagai jalur utama untuk membangun serangan. Pada akhirnya, Milan membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2.
Salah satu pemain yang paling menonjol adalah Samuel Chukwueze. Pemain asal Nigeria itu dimainkan sebagai wing-back kanan Milan dan berada di area yang berhadapan dengan sisi kiri pertahanan Manchester United.
Pergerakannya menjadi masalah serius bagi pertahanan MU. Chukwueze mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-37 setelah Milan tertinggal lebih dahulu.
Bukan hanya mencetak gol, Chukwueze juga aktif menciptakan peluang dari sisi kanan. Umpan-umpan silang dan penetrasinya membuat pertahanan United kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Milan di dalam kotak penalti.
Setelah United kembali unggul melalui Patrick Dorgu pada menit ke-51, Milan justru semakin menemukan ritmenya. Alphadjo Cissé mencetak gol penyama pada menit ke-57, disusul Gonçalo Ramos pada menit ke-68 dan Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-71.
Empat gol Milan tersebut menunjukkan persoalan Manchester United bukan sekadar kehilangan konsentrasi dalam satu momen.
Ada masalah dalam cara lini belakang mengantisipasi serangan dari area sayap, terutama ketika Milan berhasil menggerakkan bola dengan cepat dan mengirimkan bola ke area berbahaya.
Situasi tersebut semakin menarik karena United sebenarnya sempat dua kali berada dalam posisi unggul. Maguire mencetak gol pembuka, kemudian Dorgu kembali membuat skor menjadi 2-1 pada awal babak kedua.
Akan tetapi, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan.
Tiga gol Milan dalam rentang waktu yang relatif singkat mengubah pertandingan secara drastis. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi laga terakhir Manchester United pada pramusim sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Karena itu, hasil 2-4 tersebut tidak bisa hanya dilihat dari skor akhir. Memang, laga melawan AC Milan masih berstatus pertandingan uji coba. Namun, masalah pertahanan yang terlihat jelas tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Michael Carrick.
Manchester United akan memulai kampanye Premier League 2026/2027 dengan menghadapi Hull City pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Artinya, waktu untuk memperbaiki persoalan tersebut sangat terbatas.
Pramusim memang bukan kompetisi utama. Tetapi ketika lawan sudah menemukan celah yang sama berulang kali, Manchester United tidak boleh menganggapnya sebagai masalah yang akan hilang dengan sendirinya.
Jika sisi kiri pertahanan kembali menjadi sasaran lawan di Premier League, United berpotensi menghadapi persoalan yang jauh lebih serius ketika pertandingan mulai mempertaruhkan tiga poin.
