![]() |
| Bruno Fernandes mengungkap sejumlah kelemahan Manchester United. (Foto: Dok/Ist). |
Poros Merdeka, Jakarta - Bruno Fernandes mengungkap sejumlah kelemahan Manchester United setelah mengalami kekalahan. Pressing yang kurang agresif dan pertahanan set-piece menjadi sorotan utama.
Manchester United kembali menghadapi pekerjaan besar untuk memperbaiki performanya dalam pertandingan tandang. Bruno Fernandes mengungkap bahwa timnya masih mengulangi sejumlah kesalahan yang pernah terjadi pada musim lalu.
Salah satu persoalan yang paling disorot adalah terlalu besarnya penguasaan bola yang diberikan kepada lawan.
Fernandes merasa Manchester United tidak cukup agresif dalam memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Akibatnya, lawan mampu mengontrol permainan dan membuat Manchester United lebih banyak bertahan.
Kiper Manchester United Banyak Terlibat
Situasi tersebut bahkan terlihat dalam 20 menit pertama pertandingan. Fernandes menyebut kiper Manchester United menjadi pemain yang paling sering menyentuh bola.
Kondisi itu menjadi gambaran bahwa Manchester United kesulitan memutus aliran permainan lawan melalui tekanan dari lini depan.
Fernandes kemudian meminta timnya bermain lebih agresif dan meningkatkan kualitas pressing.
Menurutnya, Manchester United harus berani memberikan tekanan lebih intens agar lawan tidak mendapatkan ruang untuk mengembangkan permainan.
Pertahanan Bola Mati Harus Diperbaiki
Selain pressing, Fernandes juga meminta Manchester United memperbaiki pertahanan dalam situasi set-piece.
Tim lawan diketahui telah menjadikan bola mati sebagai salah satu bagian penting dalam permainan mereka. Bahkan, Manchester United disebut sudah memahami ancaman tersebut sebelum pertandingan dimulai.
Perubahan formasi lawan juga menjadi perhatian.
Mereka menggunakan lima bek ketika menghadapi Manchester United setelah sepanjang pramusim lebih banyak bermain dengan empat bek. Menurut Fernandes, keputusan tersebut berkaitan dengan upaya mendapatkan keuntungan dalam situasi bola mati melalui postur tubuh pemain.
Hal tersebut menunjukkan bahwa lawan telah menyiapkan pendekatan khusus untuk menghadapi Manchester United.
Bruno Fernandes Frustrasi dengan Kekalahan
Meski mampu menjelaskan sejumlah persoalan yang terjadi, Fernandes tidak menutupi rasa kecewanya.
Menurutnya, kekalahan tetap menjadi hal paling membuat frustrasi setelah pertandingan.
Evaluasi harus dilakukan Manchester United agar kesalahan serupa tidak terus berulang. Pertandingan tandang menjadi salah satu aspek yang membutuhkan perhatian, terutama dalam hal kontrol permainan dan intensitas pressing.
Selain itu, situasi set-piece juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menentukan hasil pertandingan.
Komentar Fernandes memberikan gambaran bahwa Manchester United masih harus bekerja keras untuk meningkatkan konsistensi. Dengan kompetisi yang panjang, kemampuan memperbaiki kelemahan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya akan menjadi faktor penting bagi perjalanan tim.
